All posts by Yogi Fachri

4 Judul Buku Intrans di Mocosik #3

Festival Musik dan Buku MocoSik akan laksanakan pada 23-25 Agustus 2019. Festival ini telah memasuki tahun yang ketiga sejak 2017 silam. MocoSik tetap mengusung semangat yang sama pada dua festival sebelumnya yaitu, mendekatkan buku dan musik.

“Buku, Musik, Kamu” dipilih sebagai tema besar MocoSik#3

Ini adalah tahun ketiga sejak diselenggarakannya pada 2017 silam. Mengambil venue yang sama, yakni Jogja Expo Center Yogyakarta, MocoSik tetap mengusung semangat yang sama, yakni mendekatkan buku dan musik.

Bertema “Buku, Musik, Kamu”, MocoSik #3  akan memanjakan penikmat musik dan pecandu buku dengan penampilan dari Efek Rumah Kaca, Tulus, Yura Yunita, Pusakata, serta musisi legendaris yaitu Ebiet G. Ade. hingga konser puisi yang akan dikonduktori sastrawan dan sutradara teater Agus Noor.
Salah satu ciri khas untuk bisa hadir dalam festival tersebut, penonton diwajibkan membeli buku dengan nominal 75.000 idr/hari. Buku-buku yang dibeli menjadi tiket masuk dalam satu hari festival. Buku bisa didapatkan di penerbit yang tercantum sebagai peserta Mocosik.
Berikut beberapa daftar buku terbitan Intrans Publishing yang bisa kamu beli sebagai tiket Mocosik.
Pemesanan buku bisa menghubungi Istana Agency, Whatsapp 085100523476. Kamu juga bisa melihat sosial media Istana Agency yaitu Instagram dan Facebook.
Untuk mendapatkan update terbaru Mocosik, klik akun instagram dan Facebook mereka ya.

Alasan Kampus Jarang Melahirkan Pengetahuan Baru

TUGUMALANG.ID-Dunia pendidikan seperti tidak pernah tuntas dari masalah. Tidak hanya masalah teknis seperti penerimaan siswa baru dan zonasi, namun juga terkait sistem pembelajaran dalam pendidikan di Indonesia. Hal ini menjadi sorotan Darmaningtyas, pengamat pendidikan Indonesia.
Pengamatannya, tidak lepas dari dinamika Indonesia menjelang 74 tahun ini. Pertama, Darmaningtyas melihat adanya dogma agama yang berlebihan dalam dunia pendidikan. Kedua, kurangnya dialektika terhadap madzhab berpikir dalam kampus. Terakhir, persaingan golongan dalam mencapai posisi tertentu.”Dalam prakteknya hal itu masih ditemui di Indonesia,” ucap Darmaningtyas saat ditemui tugumalang.id di sela acara diskusi pendidikan di Wisma Kalimetro Malang, Senin malam (29/7).
Khususnya pengamatan tentang perkembangan pengetahuan di kampus Indonesia. Kurangnya dialektika dan berlebihannya dogma agama membuat kemampuan mahasiswa dalam menemukan hal baru sangat minim. Ia berpendapat jika ilmu pengetahuan akan berkembang jika para akademisi memperkuat rasionalitas.”Artinya perdebatan pengetahuan sangat kurang, sehingga kampus tidak banyak melahirkan pengetahuan baru,” imbuh penulis buku Melawan Liberalisme Pendidikan.

Politik Identitas Potensial Jadi Bibit Intoleransi

Pilihan politik yang hanya berdasar kesamaan agama, budaya, dan etnis, tanpa parameter data, berpotensi menjadi bibit intoleransi. Itu salah satu kesimpulan yang terungkap dalam bedah buku berjudul Populisme, Politik Identitas, dan Dinamika Elektoral Mengurai Jalan Panjang Demokrasi Prosedural di Auditorium Nuswantara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Brawijaya kemarin (1/4).

Dalam buku karya Burhanuddin Muhtadi MA PhD itu disebutkan, karena sifat pemilih yang mementingkan kesamaan agama, budaya, dan ras, maka data dan fakta pasangan calon masih akan kalah dengan rasa kesamaan agama dan budaya itu. Dalam buku itu, direktur Indikator Politik Indonesia tersebut juga menyinggung dalam riset lima tahun terakhir, proses demokrasi di Indonesia belum mencapai makna demokrasi sesungguhnya.

”Saat ini demokrasi di Indonesia masih dicampuri populisme dan politik identitas, yang ujungnya membuat intoleransi di Indonesia semakin meningkat,” jelas dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

 

Baca berita selengkapnya di https://radarmalang.id/politik-identitas-potensial-jadi-bibit-intoleransi/

Media Sosial, Agama Baru Masyarakat Milenial

Intrans Publishing dan Terakota.id melakukan acara Ngobrol Buku Media Sosial Agama Baru Masyarakat Milenial di Kedai Kopi Kalimetro, Selasa, 19 Februari 2019. Diskusi menghadirkan Nurudin, akademisi UMM sekaligus penulis buku memberikan pemaparan seputar isi buku dan obrolan politik di media sosial.

Nurudin menjelaskan aktifitas masyarakat milenial di media sosial memberikan beberapa dampak salah satunya, nomophobia (no mobile phone phobia). Nurudin melakukan riset di tahun 2016 kepada mahasiswa Malang dan menemukan ada kecemasan jika satu hari tidak menggenggam telepon pintar.

“Kita merasa lebih cemas ketika lupa membawa smartphone dari pada lupa membawa dompet”, ucap pengajar yang aktif menuliskan opini di media cetak. Kemajuan teknologi saat ini justru membuat milenial tidak lagi membutuhkan dompet mungkin, tambah nurudin.

Baca berita selengkapnya di https://www.terakota.id/media-sosial-agama-baru-masyarakat-milenial/

Intrans Publishing Apresiasi Penulis Inspiratif

Hari Buku Sedunia diperingati penerbit Intrans Publishing dengan cara berbeda. Penerbit tersebut memberikan penganugerahan kepada sejumlah penulis Intrans yang dianggap inspiratif. Di antaranya, Prof Hariyono dan Prof Dr A. Mukhtie Fadjar.

Penganugerahan yang diadakan di Hotel Regent’s Park, Sabtu (5/5), itu juga dikemas dengan peluncuran buku Menuju Negara Bermartabat karya terbaru Prof Dr A. Mukhtie Fadjar, mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Sejumlah tokoh juga hadir di forum tersebut. Di antaranya, Sekda Kota Malang Wasto, Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang Prof Dr Suko Wiyono SH MH, Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Malang Prof Dr Syamsul Arifin MSi, dan Wakil Rektor II UMM Dr Nazarudin Malik MSi.

Direktur Intrans Publishing Lutfi J. Kurniawan mengatakan, saat ini usia penerbit Intrans sudah 15 tahun. Praktis sudah ada ribuan buku yang diterbitkan dan ersedia di seluruh toko buku. Dalam acara tersebut, Intrans juga memberikan penghargaan kepada para penulis yang dinilai inspiratif. Salah satunya adalah Prof Hariyono, yang menulis buku berjudul Ideologi Pancasila. Penjualan buku tersebut adalah yang terbaik pada tahun 2018.

 

Baca berita selengkapnya di https://radarmalang.id/intrans-publishing-apresiasi-penulis-inspiratif/