Politik Identitas Potensial Jadi Bibit Intoleransi

Categories: Article
No Comments

Pilihan politik yang hanya berdasar kesamaan agama, budaya, dan etnis, tanpa parameter data, berpotensi menjadi bibit intoleransi. Itu salah satu kesimpulan yang terungkap dalam bedah buku berjudul Populisme, Politik Identitas, dan Dinamika Elektoral Mengurai Jalan Panjang Demokrasi Prosedural di Auditorium Nuswantara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Brawijaya kemarin (1/4).

Dalam buku karya Burhanuddin Muhtadi MA PhD itu disebutkan, karena sifat pemilih yang mementingkan kesamaan agama, budaya, dan ras, maka data dan fakta pasangan calon masih akan kalah dengan rasa kesamaan agama dan budaya itu. Dalam buku itu, direktur Indikator Politik Indonesia tersebut juga menyinggung dalam riset lima tahun terakhir, proses demokrasi di Indonesia belum mencapai makna demokrasi sesungguhnya.

”Saat ini demokrasi di Indonesia masih dicampuri populisme dan politik identitas, yang ujungnya membuat intoleransi di Indonesia semakin meningkat,” jelas dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

 

Baca berita selengkapnya di https://radarmalang.id/politik-identitas-potensial-jadi-bibit-intoleransi/

Your Thoughts

%d bloggers like this: