PRINSIP DASAR BAHASA PENULISAN

Sifat Bahasa Penulisan: 

  1. Singkat, artinya bahasa harus menghindari penjelasan yang panjang dan bertele-tele.
  2. Padat, artinya bahasa yang singkat itu sudah mampu menyampaikan informasi yang lengkap.
  3. Sederhana, memilih kalimat tunggal dan sederhana, bukan kalimat majemuk yang panjang, rumit, dan kompleks. Kalimat yang efektif, praktis, sederhana pemakaian kalimatnya, tidak berlebihan pengungkapannya (bombastis)
  4. Lugas, artinya bahasa mampu menyampaikan pengertian atau makna informasi secara langsung dengan menghindari bahasa yang berbunga-bunga.
  5. Menarik, artinya dengan menggunakan pilihan kata yang masih hidup, tumbuh, dan berkembang. Menghindari kata-kata yang sudah mati.

 

Prinsip Retorika Tekstual : 

  1. Prinsip prosesibilitas, menganjurkan agar teks sehingga mudah bagi pembaca untuk memahami pesan pada waktunya. Dalam proses memahami pesan, penulis harus menentukan (a) bagaimana membagi pesan-pesan menjadi satuan; (b) bagaimana tingkat subordinasi dan seberapa pentingnya masing-masing satuan, dan (c) bagaimana mengurutkan satuan-satuan pesan itu. Ketiga macam itu harus saling berkaitan satu sama lain.
  2. Prinsip kejelasan, yaitu agar teks itu mudah dipahami. Prinsip ini menganjurkan agar bahasa teks menghindari ketaksaan (ambiguity). Teks yang tidak mengandung ketaksaan akan dengan mudah dan cepat dipahami.
  3. Prinsip ekonomi. Prinsip agar teks itu singkat tanpa harus merusak dan mereduksi pesan.
  4. Prinsip ekspresivitas. Prinsip ini dapat pula disebut prinsip ikonisitas. Prinsip ini menganjurkan agar teks dikonstruksi selaras dengan aspek-aspek pesan. Pesan bersifat kausalitas dipaparkan menurut struktur pesannya, yaitu sebab dikemukakan terlebih dahulu baru dikemukakan akibatnya. Demikian pula bila ada peristiwa yang terjadi berturut-turut, maka peristiwa yang terjadi lebih dulu akan dipaparkan lebih dulu dan peristiwa yang terjadi kemudian dipaparkan kemudian.

 

Kelengkapan Kerja Editor:

  1. Style Book –buku pedoman gaya bahasa khas media tempat editor bekerja.
  2. Kamus Bahasa.
  3. Kamus singkatan (akronim).
  4. Peta.
  5. Buku biografi tentang tokoh-tokoh ternama.
  6. Ensiklopedi.
  7. 7. Buku atau koleksi ucapan atau pepatah terkenal.

 

Ciri Bahasa Ilmiah

  • Bahasa Ilmiah harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar ataupun mendua.
    • Contoh:”penelitian ini mengkaji teknik pentajaman objek yang efektif dan efisien”
  • Bahasa Ilmiah mendefinisikan secara tepat istilah, dan pengertian yang berkaitan dengan suatu penelitian, agar tidak menimbulkan kerancuan.
  • Bahasa Ilmiah itu singkat, jelas dan efektif.
  • Contoh:”tulisan ini (dilakukan dengan maksud untuk) membahas kecendrungan teknologi informasi menjelang abad ke-21”.
  • Catatan: kata-kata yang didalam kurung sebaiknya dihilangkan.

 

Bahasa Karya Ilmiah

  • Bahasa: Gunakan gaya bahasa ilmiah dan gaya bahasa baku. Jika anda menulis dalam bahasa Inggris, mintalah tolong kepada native speakers (jika ada) atau teman yang baik bahasa inggrisnya untuk membaca naskah saudara sebelum dikirim ke redaksi jurnal ybs. (banyak buku tentang tata cara menulis ilmiah dalam bahasa Inggris tersedia)
  • Struktur/organisasi Naskah: sangat penting untuk menggunakan logika yang baik dalam menyajikan atau mempertahankan pendapat/idea. Akan sangat membantu jika kita mengikuti aturan standar penulisan sesuai dengan sub-judul yang lazim dalam bidang eksakta (yaitu introduction including literature, experimental/or theory, results and discussion, conclusion).
  • Kalimat utuh dan jelas, tanda baca yang jelas, bedakan pokok kalimat dari anak kalimat, hindari kata ganti orang

 

Penggunaan Bahasa dalam Tulisan

  1. Format dan bentuk tulisan memenuhi ketentuan teknis penulisan karya ilmiah seperti footnote, kutipan, daftar kepustakaan, dan lain-lain.
  2. Menggunakan bahasa yang jelas, lugas, komunikatif, dan akademik.
  3. Organisasi penulisan disusun secara jelas, koheren, dan sistematis.

 

Ciri Bahasa Ilmiah

  • Bahasa Ilmiah harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar ataupun mendua.
    • Contoh:”penelitian ini mengkaji teknik pentajaman objek yang efektif dan efisien”
  • Bahasa Ilmiah mendefinisikan secara tepat istilah, dan pengertian yang berkaitan dengan suatu penelitian, agar tidak menimbulkan kerancuan
  • Bahasa Ilmiah itu singkat, jelas dan efektif.
    • Contoh:”tulisan ini (dilakukan dengan maksud untuk) membahas kecendrungan teknologi informasi menjelang abad ke-21”.

Catatan: kata-kata yang didalam kurung sebaiknya dihilangkan.

 

Kalimat yang Efektif

  • membahayakan bagi penderita – membahayakan penderita
  • membicarakan tentang penyakit – membicarakan penyakit
  • mengharapkan akan tindakan – mengharapkan tindakan
  • para dokter saling bantu membantu – para dokter saling membantu
  • keharusan dilakukannya tindakan pembedahan – keharusan melakukan pembedahan

 

Etika Penulisan Ilmiah

  • Bedanya Akademisi dan Politisi
  • Akademisi :”Anda boleh melakukan KESALAHAN (berulang-ulang), tapi jangan sekali-kali Anda melakukakan Jika dilakukan maka HANCUR karier Akademik Anda
  • Politisi ; “Anda Boleh Melakukan KEBOHONGAN berkali-kali, tapi jangan sampai sekali-kali melakukan KESALAHAN. Jika dilakukan maka “hancur” Karier Politik Anda
  • Data dan informasi yang digunakan dalam karya Ilmiah harus akurat/valid
  • Tidak diperbolehkan mengutip pendapat orang lain tanpa mencantumkan sumbernya
  • Karya Anda adalah tulisan asli (orisinil) dan belum pernah ditulis atau diteliti orang lain dan diterbitkan di media lain.

 

Etika Penulisan Karya Ilmiah

  • Karya Anda harus Ilmiah; hasil proses yang logis-rasional, Hasil pemikiran, baik konseptual maupun yang disertai bukti empirik dan/ berbasis riset yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah
  • Tidak melakukan plagiasi (“copy paste”)
  • Memperhatikan kaidah dan norma penulisan yang benar
  • Karya Ilmiah harus mengandung kebenaran ilmiah
  • Penggunaan referensi yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah
  • Hasil proses pemikiran yang rasional-konseptual dan empiris
  • Mengandung unsur -unsur kebaruan dan keaslian. Informasi ilmiah yang baru dan orisinal sangat dihargai oleh target pembaca masyarakat akademis.
  • Satu karya ilmih untuk satu media publikasi

 

Karya Ilmiah

  • Karya tulis ilmiah adalah hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran yang didasarkan pada fakta, peristiwa, dan gejala yang disampaikan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Persyaratan bagi sebuah tulisan untuk dianggap sebagai karya ilmiah adalah menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik, cermat, tepat, jujur, dan tidak bersifat terkaan, sistematis, dilengkapi dukungan dan pembuktian, tulus, dan bersifat ekspositoris
  • Faktor yang mempengaruhi kualitas tulisan ilmiah dilihat dari penggunaan bahasa adalah pemilihan kata yang tepat, pendefinisian yang tepat, dan penulisan yang singkat. Sementara itu, tulisan ilmiah yang komunikatif dapat dihasilkan dengan memperhatikan gaya menulis, penyampaian ide, dan ekspresi

Core

Prinsip prosesibilitas, menganjurkan agar teks sehingga mudah bagi pembaca untuk memahami pesan pada waktunya. Dalam proses memahami pesan, penulis harus menentukan (a) bagaimana membagi pesan-pesan menjadi satuan; (b) bagaimana tingkat subordinasi dan seberapa pentingnya masing-masing satuan, dan (c) bagaimana mengurutkan satuan-satuan pesan itu. Ketiga macam itu harus saling berkaitan satu sama lain.

Syarat
Menulis