Teknik Editing Penulisan Agar Sesuai dengan Standar Penerbitan Umum

Verba valent, scripta manent

Kata-kata lisan terbang hilang, sementara tulisan menetap permanen

Saya teringat dengan ucapan orang-orang dimasa lalu, yang mengatakan tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai, apapun itu hasilnya. Jika belum selesai lalu apa yang mau di edit? Selain itu, pekerjaan menulis adalah pekerjaan yang sangat merdeka. Bisa dilakukan kapan saja, tidak perlu ada jam kantor, tidak perlu ribet dengan memakai seragam kerja, dan pekerjaan menulis adalah pekerjaan kapan saja, dimana saja. Karena menulis adalah bagian dari persaksian atas apa yang kita lihat, rasakan maupun yang kita dengar.

Nah, untuk itu, pekerjaan terakhir dalam menulis adalah melakukan editing. Banyak tips yang dapat digunakan dalam melakukan ”peng-edit-an” pada tulisan kita. Misalnya, pada aspek waktu. Setelah menulis dianggap selesai maka diamkan dalam beberapa saat untuk membiarkan pikiran kita agar lebih rileks. Ada semacam proses pengendapan. Setelah dibiarkan beberapa saat, mulailah kembali untuk membaca hasil tulisan mulai dari topik utama (pesan yang ingin disampaikan), memperhatikan asesorisnya dan kelengkapan dalam aturan-aturan baku penulisan buku. Hal ini dilakukan adalah untuk membangkitkan daya imajinatif terhadap karya tulis yang telah kita buat. Lantas apakah selesai sampai disitu? Tentu belum. Setelah proses rileks, maka diperlukan masuk kepada hal-hal yang lebih substantif yaitu memperhatikan pesan/ide yang dituangkan dalam tulisan itu sudah sesuai dengan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan apa belum, melihat kembali komposisi bab perbab, sumber kutipan, komposisi bagan, matriks, gambar dan sebagainya. Lalu, langkah selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap kalimat, tabel, kata maupun tata bahasa. Dalam hal ini perlu juga dipahami bahwa tulisan yang dihasilkan ini akan dibaca oleh siapa. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk berimajinasi segmen pembaca.  Hal ini penting dilakukan agar tidak terjebak pada praktik plagiarisme. Dalam dunia penelitian kegiatan diatas ini jamak dikenal sebagai kegiatan mereduksi data. Secara teknis kegiatan mengedit tulisan ini terlebih dahulu temukanlah momentumnya seperti masalah waktu, situasi, kenyaman lingkungan agar suasana hatinya (mood) merasa lebih nyaman.

Dalam kegiatan tulis menulis, terutama menulis untuk menjadi sebuah karya buku secara sekilas terlihat sederhana yaitu menulis lalu dibaca ulang dan kemudian dicetak dan terkahir dipublikasikan entah tujuannya untuk pengembangan wawasan pengetahuan ataupun untuk tujuan-tujuan ekonomi. Ternyata dalam praktiknya tidak sesederhana seperti  ketika penulisnya merumuskan ide kemudian menulisnya menjadi naskah, namun setelah menjadi naskah kemudian banyak melibatkan orang lain seperti editor, illustrator, desain grafis hingga ke percetakan. Memang demikianlah proses naskah (tulisan) yang diproyeksikan untuk menjadi sebuah buku.

Dalam materi ini secara spesifik ingin memberikan gambaran tentang proses editing dalam sebuah penerbitan buku. Oleh karena itu, pekerjaan menulis dan melakukan editing adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk melahirkan karya yang baik. Kini, pertanyaannya adalah, apakah seorang penulis bisa bertindak sebagai editor? Jawabannya tentu bisa. Namun akan lebih baiknya langkah yang pertama ketika tulisan telah dianggap selelsai meminta pendapat atau opini dari orang lain, kira-kira apa pendapatnya atas karya tulis yang telah dihasilkan tersebut. Memang, dalam dunia modern seperti saat ini dalam pekerjaan menulis diperlukan seorang editor akan bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Ada sebuah ungkapan bahwa di balik sebuah tulisan yang bagus, ada editing yang bagus pula. Kesuksesan seorang penulis ditentukan oleh editor yang hebat. Secara sederhana bisa dikatakan tidak ada penulis yang sukses tanpa kehadiran editor yang baik. Oleh karena itu, secara teknis pekerjaan editor adalah mengedit, menyunting, melakukan seleksi, dan perbaikan (koreksi) naskah yang akan diterbitkan atau dipublikasikan. Secara lebih detail tentang proses kerja editing adalah sebagai berikut.

Tujuan Editing:

  1. Memperbaiki struktur kalimat yang ruwet agar lebih lancar dan komunikatif,
  2. Menjaga agar isi naskah dapat dipertanggungjawabkan, sesuai dengan visi dan misi penulisan, serta menarik perhatian pembaca
  3. Menyesuaikan naskah dengan gaya bahasa, standar bahasa dan kelayakan penerbitan umum.

 

Proses Kerja Editing:

  1. Editing secara redaksional:

Editor memeriksa tiap kata dan kalimat agar logis, mudah dipahami, dan tidak rancu (benar ejaan, punya arti, dan enak dibaca).

 

  1. Editing secara substansial:

Editor memperhatikan data dan fakta agar tetap akurat dan benar. Isi tulisan mudah dimengerti. Sistematika harus tetap terjaga.

 

Editing Teknis:

  1. Mencari kesalahan-kesalahan faktual dan memperbaikinya, di antaranya kekeliruan salah tulis tentang nama, jabatan, gelar, tanggal peristiwa, nama tempat, alamat, dan sebagainya.
  2. Memperbaiki kesalahan dalam penggunaan tanda-tanda baca.
  3. Tegas dalam hal-hal seperti penggunaan huruf besar dan singkatan, penggunaan gelar, tanda baca, ejaan, tata bahasa, pemilihan jenis huruf untuk judul, dsb.
  4. Mengetatkan tulisan atau menyingkat tulisan sesuai dengan ruang yang tersedia, termasuk membuang atau memotong (cutting) paragraf yang tidak penting.
  5. Mengganti kata atau istilah yang tidak memenuhi prinsip “ekonomi” kata.
  6. Melengkapi tulisan dengan bahan-bahan tipografi, seperti anak judul (subjudul).
  7. Menulis atau menentukan judul dan sub judul jika dipandang perlu.
  8. Editing juga termasuk menulis caption (keterangan gambar) untuk foto dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan cerita yang disunting itu.

 

Editing non-teknis:

  1. Memperhatikan apakah naskah sudah memenuhi nilai-nilai penulisan dan kriteria layak terbit yang disyaratkan penerbit.
  2. Meneliti apakah naskah sudah menaati doktrin kejujuran (fairness doctrine).
  3. Menjaga jangan sampai terjadi kontradiksi dalam sebuah naskah.
  4. Menjaga jangan sampai terjadi penghinaan, arti ganda, dan tulisan yang memuakkan (bad taste).
  5. Sadar mengenai sifat-sifat umum tentang umur, taraf hidup, dan gaya hidup para pembaca dan menyunting naskah sesuai dengan sifat umum tersebut.
  6. Memperbaiki tulisan dengan segala upaya tanpa merusak cara penulisnya menyatakan pendapatnya. Untuk itu, editor harus membaca lebih dahulu seluruh cerita/naskah untuk mendapatkan pengertian penuh tentang apa yang berusaha dikatakan oleh si penulis.

 

Dari beberapa pandangan seperti telah disebutkan diatas, maka pekerjaan editing adalah pekerjaan gabungan antara kemampuan intelektual dan kemahiran teknis. Intelektual karena ia membutuhkan wawasan  untuk validasi fakta dalam sebuah naskah. Teknis karena ia membutuhkan kecermatan dalam pilihan kata, kalimat, dan tanda baca. Dengan intelektualitas dan kemampuan teknis, editor menjadikan sebuah naskah menjadi hebat, layak siar, layak muat, enak dibaca, serta mudah dicerna pembaca. Editing sangat membutuhkan intelijensia, empati, fleksibilitas, kepercayaan diri, kemauan untuk bereksperimen, ketajaman, ketelitian, kesabaran, guna membantu penulis dalam mencapai tujuannya.

Secara teknis pekerjaan dalam editing adalah menyelaraskan semua tulisan yang ada, mulai dari bab awal hingga bab ahir. Mulai dari hal substantif hingga masalah asesorinya. Selain itu pekerjaan editor yaitu tegas dalam penggunaan huruf besar dan singkatan, penggunaan gelar, tanda baca, ejaan, tata bahasa, pemilihan jenis huruf untuk judul dan sebagainya.

Core

Dalam kegiatan tulis menulis, terutama menulis untuk menjadi sebuah karya buku secara sekilas terlihat sederhana yaitu menulis lalu dibaca ulang dan kemudian dicetak dan terkahir dipublikasikan entah tujuannya untuk pengembangan wawasan pengetahuan ataupun untuk tujuan-tujuan ekonomi.

Jenis
Periodik
Peserta
View Website