MEDIA SOSIAL ADALAH CANDU!

Oleh: Abdurracham Sofyan*

Judul: Media Sosial; Agama Baru Masyarakat Milenial
Penulis: Nurudin
Penerbit: Intrans Publishing, Desember 2018.
Tebal: xviii + 184 Halaman

Perkembangan media sosial di tengah kehidupan masyarakat dunia semakin tidak mampu dibendung. Disebutkan oleh penemuan data We Are Social and Hootsuite (2018) bahwa hingga 2018 sejumlah empat miliar penduduk bumi telah terkoneksi internet, angka tersebut terus meningkat sejak tahun 2014 yang hanya mencapai hampir dua setengah miliar orang menggunakan internet.

Bedah Buku “Dibawah Bendera Pasar” bersama Prof. A. Erani Yustika Dirjen KemenDes RI

Saat ini, hegemoni pasar terhadap jalannya roda pemerintahan di negeri ini begitu besar dan mencolok. Tidak mengherankan jika berbagai kebijakan pemerintah, alih-alih untuk kepentingan rakyat malah lebih mengutamakan kepentingan para pemodal atau pasar. Akibatnya, kesejahteraan rakyat tergadaikan kepada para pemodal atau pasar. Lagi-lagi, rakyat hidup di negerinya sebagai korban pasar. Fenomena ini menggambarkan kepada kita bagaimana menakutkannya sebuah Negara bangsa yang tunduk dan hormat di bawah bendera pasar. Kira-kira, demikianlah sedikit dari banyak pembahasan dalam acara bedah buku karya Prof. A. Erani Yustika yang berjudul “Di Bawah Bendera Pasar” pada 26 Mei 2017. Bedah buku yang dihadiri langsung oleh penulisnya ini diadakan oleh Intrans Publishing di Wisma Kalimetro, Merjosari Kota Malang. Acara bedah buku ini mendapat sambutan hangat dari publik. Berbagai elemen masyarakat turut serta dalam acara ini, mulai dari mahasiswa, akademisi, peneliti, bahkan masyarakat umum pun turut hadir untuk berdiskusi dan membedah buku karangan Penulis yang saat ini, selain sebagai seorang dosen, juga merupakan Dirjen Kementerian Desa Republik Indonesia. Penguasaan dan pengetahuannya yang begitu luas dalam bidang ekonomi membuat acara bedah buku ini menjadi sangat menarik dan membuat antusias para peserta diskusi untuk mendengarkan pemaparan Pemateri sekaligus penulis buku. Buku lain karya Profesor yang saat ini mengajar di Universitas Brawijaya Malang ini adalah “Ekonomi Kelembagaan”. Buku ini juga diterbitkan oleh Intrans Publishing.

Bedah Buku “Konsep Memperdalam Demokrasi”

Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang mengadakan bedah buku “Konsep Memperdalam Demokrasi” yang diterbitkan Intrans Publishing. Acara ini diisi langsung oleh penulisnya, In’amul Mushoffa dari lembaga riset dan kajian, Intrans Institute.

Buku ini menjadi salah satu usaha untuk mencari konsep yang ideal bagi demokrasi di Indonesia, khususnya di tingkat lokal. Bukan sebuah rahasia lagi jika demokrasi kita masih berkutat pada elektoral, belum sampai pada demokrasi substansial. Sehingga menjadi sebuah hal yang lumrah jika kita begitu sering mendengar para wakil rakyat ini ketika menjabat tidak lagi menjadi wakil rakyat yang sebenarnya. Kehadiran mereka tidak lagi merepresentasikan rakyat, justru menjadi aktor yang menyengsarakan rakyat yang telah memilih mereka.

Setiap pemilihan kepala daerah (eksekutif) dan wakil rakyat (legislatif) dilaksanakan dengan konsep demokrasi guna mengakomodir hak setiap warga Negara. Cacatnya demokrasi dalam suatu Negara dapat berakibat fatal bagi pemenuhan hak-hak setiap warga Negara. Jatuh bangunnya demokrasi di Indonesia dalam lintasan sejarah memaksa kita untuk terus berikhtiar mencari konsep demokrasi yang ideal untuk diterapkan.

Acara bedah buku ini terlaksana atas kerja sama antara program studi Administrasi Negara dengan Intrans Publishing. Acara ini dilangsungkan bersamaan juga dengan pelantikan pengurus program studi Administrasi Negara Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.