Sekilas Kelompok Intrans Publishing

Bulan Agustus tahun 2003 adalah tahun istimewa bagi Intrans publishing, karena pada tahun itulah Intrans publishing didirikan sebagai penerbit untuk mendukung kebutuhan sendiri. Selang lima tahun kemudian, tepatnya pada Agustus tahun 2008, didirikanlah sebuah kelompok usaha dengan nama CV. Cita Intrans Selaras (CIS) dengan tetap menggunakan nama dagang Intrans Publishing yang mengusung semangat pengembangan ilmu pengetahuan dan mendorong wacana-wacana perubahan sosial, politik, ekonomi, hukum, dan budaya kehadapan publik.

Kelompok Intrans Publishing sebagai penerbit yang selalu ingin menggairahkan wacana-wacana perubahan dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia maka kami ingin mengajak masyarakat (pembaca) untuk secara bersama-sama melakukannya. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan moto kami yaitu “Rebut Perubahan dengan Membaca”. Manifestasi moto ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada bangsa dan negeri ini.

Pada awalnya Kelompok Intrans Publishing hanya mampu menerbitkan buku-buku yang bertema politik dan hukum. Kini, dalam perkembangannya, telah melebarkan isu atau tema yang diusung agar bisa memenuhi permintaan masyarakat seperti tema-tema tentang sosial, pendidikan, sastra, ekonomi, ekonomi politik, seri antikorupsi, isu pangan, kelautan, pertanian, isu gerakan sosial, pemberdayaan masyarakat, seri gerakan advokasi rakyat, isu pertanahan maupun tentang motivasi dan gaya hidup. Kesemua isu tersebut dapat berupa buku non fiksi maupun fiksi. Dan melalui serangkaian upaya ini kami berharap dan berkomitmen bahwa melalui buku kami ingin selalu belajar bersama dan berbagi demi harkat dan martabat manusia.

Filosofi Logo

Dalam dunia pewayangan Merak seringkali digambarkan sebagai kendaraan Dewi Saraswati, Dewi Pengetahuan. Selama ini penggambaran kendaraan Dewi Saraswati selain angsa juga digambarkan dengan burung merak yang menunjukkan tentang keindahan. Dalam mitos Yunani Kuno Burung Merak digambarkan dengan Dewi Hera, yaitu menggambarkan kencantikan dan keabadian serta dapat menjadi perantara untuk melihat masa depan yang digambarkan pada gambar mata yang ada di ekornya.

Selain itu juga dapat dijadikan penghubung antara masa lalu dan masa sekarang dan akan datang.

Dengan demikian kami ingin mengambil spirit dari buruk merak yaitu tentang keindahan, kecantikan, dan keabadian dalam menopang kehidupan dan perkembangan pengetahuan di dunia.

Kepala burung merak warna emas:

Dengan pilihan warna ini kami ingin menggambarkan tentang gagasan dan cita-cita yang besar, prestisius, selalu punya inisiatif dengan tetap memperhatikan kesejahteraan, kesehatan, dan suka cita. Pilihan warna ini juga sebagai ekspresi dari adanya semangat pencarian tentang cita-cita yang mendalam agar menuai kesukesan.

Badan dan ekor warna merah marun:

Warna merah menggambarkan sebuah motivasi, tekad yang kuat, berani sekaligus hangat (friendly). Selain itu, juga menggambarkan tentang kemauan keras untuk mewujudkan gagasan dan cita-cita karena sebagai aksen mempunyai sifat yang kuat dan perasaan gembira dan tentu juga warnah merah mengilustrasikan agresif, seksi, dan penuh gairah dengan tetap menjaga kewibawaan dan kedisiplinan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Buruk Merak bersimbol api menyala

Logo Intran Publishing yang bergambar burung merak dengan tiga ekor berjejer tidak rata (berjenjang) jika dilihat secara utuh akan tampak seperti api yang menyala. Dengan simbol ini diharapkan Intrans Publishing dapat memberikan penerangan dengan penuh semangat.

Lini penerbitan

  • Intrans Publishing: Menerbitkan tema filsafat, sosial, politik, dan gerakan sosial.
  • Setarapress: Menerbitkan buku bertema hukum.
  • Madani: Fokus pada tema yang mengusung tentang tema pendidikan, gaya hidup, motivasi, dan kesehatan.
  • Empatdua media: Menerbitkan buku yang bertema tentang ekonomi.
  • Beranda: Menerbitkan buku yang bergenre pada sastra, kesenian, dan budaya.
  • Intimedia: Menerbitkan buku pertanian, peternakan, perikanan, teknik.

 

Hubungan Penerbit dengan Mitra Kerja

  • Penerbit dengan Penulis

Dalam hal membangun kemitraan antara penerbit dengan penulis memiliki kesetaraan. Selama ini pandangan secara umum penulis memposisikan penerbit sebagai perantara atau fasilitator atas gagasan/karya tulisnya yang akan disampaikan kepada publik luas.  Sebaliknya penerbit memandang penulis sebagai mitra utama  dalam melahirkan karya/produk bacaan agar penerbitan tetap berlangsung. Dalam hubungan tersebut antara penerbit dengan penulis lebih pada simbiosys mutualisme/ saling menguntungkan. Bagi penulis dapat menyampaikan gagasannya yang berujung pada kredebilitas keilmuan/keahlian/kecintaannya pada pengembangan ilmu pengetahuan atau berfungsi sebagai pemberi informasi, jika penulis seorang pengajar akan mendapatkan kredit point, dan tentu ada keuntungan finansial. Sedangkan bagi penerbit adalah dapat berkontribusi dalam pengembangan wacana dan pengetahuan masyarakat serta dapat berlangsungnya usaha penerbitan.

  • Royalty

Adapun bentuk kerjasama dengan penulis dapat berbentuk pemberian royalty dengan besaran pemberian royalty sebesar 10-15 % dari harga jual setelah dipotong rabat toko buku atau dari harga pokok penjualan. Sedangkan pemberian royalty diberikan sesuai dengan buku yang terjual dan diberikan secara rutin hingga buku terjual habis. Mekanisme pemberian royalty diberikan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.

  • Toko buku/outlet penjualan

Bagi penerbit posisi toko buku atau outlet penjualan adalah mitra kerja utama dalam hal penjualan. Untuk itu hubungan dengan pihak toko buku/outlet penjualan adalah hubungan yang saling menguntungkan secara usaha.

Area Distribusi

Area penjualan buku terbitan Intrans Publishing adalah, JAWA: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Sumedang, Purwokerto, karawang, Sukabumi, Tasikmalaya, Salatiga, Magelang, Tegal, Sidoarjo, lamongan, Cilegon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Madiun, Jombang, Malang, Surabaya, Pasuruan, Jember, Kediri. NTB: Lombok, Praya, Mataram.  NTT: Kupang. ACEH: Banda Aceh. SUMATERA: Medan, Jambi, Bengkulu, Pekan Baru, Padang, Palembang, Bandarlampung, KALIMANTAN: Pontianak, Banjarmasin, Tarakan, Palangkaraya, Banjarbaru, Balikpapan, Samarinda. SULAWESI: Makasar, Palu, Manado, Palopo. MALUKU: Ambon. PAPUA, MADURA, BALI, dan BATAM.

Kerjasama penjualan

Selama ini Kelompok Penerbit Intrans (Intrans Publishing) bekerjasama dengan Jaringan toko Buku Gramedia di Indonesia, Toga Mas, Social Agency Baru (SAB), Uranus, Kinokuniya maupun toko buku yang non jaringan seperti toko buku Erlangga, Dzikro, TM Bookstore serta toko buku terkemuka yang berada di kota-kota yang disebut diatas.

Alur Kerja Redaksi

Intrans Publishing pada dasarnya menerima naskah dari siapapun baik yang berlatar akademis, catatan perjalanan dan catatan atau rekaman advokasi-pendampingan masyarakat ataupun kumpulan tulisan dengan tetap memperhatikan kelayakannya baik tentang isu atau isi yang dibahas, yang ingin disampaikan kepada khalayak umum. Adapun alur redaksi yang dimiliki oleh Intrans Publishing adalah sebagai berikut;