Hutan Mahakarya Tuhan

Sejatinya tidak ada yang dapat menyangkal jika hutan memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan makhluk hidup. Hutan yang difungsikan sebagai penyedia oksigen (O2) sangat dibutuhkan bagi semua makhluk hidup untuk bernapas. Di sisi lain, hutan juga memiliki peranan untuk menyerap karbon dioksida (CO2)—suatu gas yang berbahaya bagi makhluk hidup khususnya manusia. Melihat beragam pentingnya hutan bagi makhluk hidup, maka patutlah untuk kita syukuri atas keberadaan hutan di muka bumi ini.

Hutan memiliki definisi yaitu sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya dengan cakupan yang luas. Pengertian luas tidak sebatas hanya cakupannya saja, namun luas dalam hal pengaruhnya bagi kehidupan di muka bumi ini. Setidaknya ada tiga pengaruh dan manfaat hutan yaitu sebagai tempat resapan air, hutan sebagai pemberi kehidupan, dan hutan sebagai penyedia kebutuhan makhluk hidup. Maksud sebagai tempat resapan air yaitu hutan akan menahan dan menyimpan air yang jatuh ke bumi. Hutan akan menyimpan air melalui lapisan-lapisan humus dan pepohonan, sehingga mencegah bumi kekeringan. Sedangkan manfaat hutan sebagai pemberi kehidupan yaitu adanya oksigen yang dihasilkan, membuat manusia, hewan, dan tumbuhan dapat hidup. Dan, hutan sebagai penyedia kebutuhan makhluk hidup memiliki arti yang mendalam seperti manusia yang memanfaatkan kayu untuk aktivitas kesehariannya dan digunakan oleh hewan dan tumbuhan sebagai habitatnya.

Ternyata seiring berjalannya waktu, hutan tidak hanya difungsikan sebagai penghasil oksigen, namun juga difungsikan sebagai alat bisnis. Maksudnya hutan dieksploitasi secara berlebihan demi menghasilkan pundi-pundi uang—dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya banyak hutan yang rusak dan tidak lagi berfungsi secara maksimal. Teragisnya kerusakan hutan ini tidak hanya dialami oleh lingkup kecil/beberapa negara saja, namun mencakup banyak negara. Lantas, siapa yang dirugikan? Tentu semua makhluk yang hidup di dalamnya.  

Sumber: Tobias Tullius/unsplash.com
Sumber: Tobias Tullius/unsplash.com

Perlu diketahui bahwa hutan primer tropis adalah salah satu ekosistem terestrial yang paling padat karbon dan kaya margasatwa di dunia. Maka jika kita melihat data di atas, akan banyak yang terdampak seperti hilangnya keanekaragaman hayati, meningkatnya emisi karbon dan kerugian biaya. Pasalnya, untuk memulihkan kembali hutan yang telah hilang, membutuhkan biaya yang sangat besar. Setidaknya menurut FAO, dibutuhkan sekitar $830 miliar guna memulihkan hutan yang hilang. Tentu ini bukanlah sebuah kabar bagus yang patut untuk kita dengar hari ini, namun inilah kenyatan yang terjadi hari ini. 

Oleh karena itu melihat hutan yang semakin hilang keberadaannya, tentu kita (negara dan lembaga dunia) tidak boleh duduk dan berdiam saja. Perlu upaya dan tindakan nyata untuk menyelamatkan hutan. Setidaknya upaya-upaya ini sudah terlihat dengan banyaknya konferensi dan perjanjian yang digagas oleh negara-negara maju dan berkembang maupun instansi/lembaga dunia seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa demi menyelamatkan hutan. Wujud konkretnya seperti adanya program PBB melalui SDGs-nya, Deklarasi Hutan New York (NYDF), Perjanjian Paris PBB dan Konvensi Keanekaragaman Hayati. Indonesia juga melakukan upaya-upaya penyelamatan hutan, seperti gerakan menanam sejuta pohon, menggunakan plastik sekali pakai, dan memanfaatkan energi terbarukan.  Tentu upaya-upaya ini patut kita apresiasi langkahnya demi menyelamatkan hutan.

Maka di Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, patut untuk kita jadikan sebagai momen pembaruan, seperti halnya dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021 yaitu Restorasi Ekosistem. Artinya lebih banyak lagi langkah-langkah konkret demi menyelamatkan lingkungan dan hutan. Hal ini bisa dimulai dengan langkah-langkah kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon, menghijaukan kota, membangun kembali kebun, mengubah pola makan atau membersihkan sungai dan pantai. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita lakukan restorasi ekosistem demi melahirkan dan membentuk generasi yang bisa berdamai dengan alam dan menjaga alam dengan sepenuh hati.

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *