Dosen Dan Peneliti Didorong Terbitkan Buku

MEDAN (Waspada): Para dosen dan peneliti didorong untuk menerbitkan karya-karyanya dalam bentuk buku. Intrans Publishing menawarkan kerjasama untuk mengirimkan karyanya baik dalam bentuk materi ajar, modul ataupun hasil-hasil penelitian.

“Kita memiliki mekanisme agar buku-buku yang diterbitkan tetap terjaga kualitasnya,” ujar Wawan Sulthon, Kepala Penerbit Intrans dalam Lokakarya Penulisan dan Coaching Clinic: Penerbitan Buku Perguruan Tinggi.  Kegiatan ini kerjasama Pusat Konstitusi dan Anti-Korupsi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan Intrans Publishing di Amaliun Food Court Medan, Kamis (19/3).

Dikatakan Wawan, pihaknya akan mengedit semua naskah yang dianggap layak dan dimasukkan ke bank naskah buku. “Kita menerbitkan naskah-naskah tersebut menjadi buku berdasarkan momen yang tepat,” jelasnya.

Sementara Abdur Rahim Idung, Senior Editor Intrans mengatakan, karya para dosen maupun peneliti, tidak yang harus baru, namun yang sudah ada dapat dikirim untuk diterbitkan. “Rata-rata buku yang akan diterbitkan setebal 100 sampai 150 halaman,” jelasnya.

 

Berita tayang di Harian Waspada Medan

PEMBERITAHUAN

Kepada Yang Terhormat, Penulis dan Pelanggan PT. Cita Intrans Selaras (Citila Group)

Sehubungan dengan meluasnya wabah virus Covid -19, PT. Cita Intrans Selaras (Intrans Publishing, Inteligensia Media, dan Kalimetroshop) akan tetap memberikan pelayanan kepada penulis dan menerima pemesanan dari pelanggan seperti biasa.

Khusus untuk pelayanan terkait coaching kepenulisan, penulis bisa melakukan coaching kepenulisan via email dengan editor.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terimakasih.

 

Ttd. Direktur

UWG DAN STIKES WIDYAGAMA HUSADA TANDATANGANI MoU DENGAN INTRANS

 

Kamis 30 Januari 2020, bertempat di Auditorium Kampus lll dilakukan Sosialisasi Penerbitan Buku bagi para dosennya. Dihadiri lebih dari 100 orang dosen yang termotivasi untuk menerbitkan buku hasil tulisannya, baik dari lingkungan Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang maupun dari Stikes Widyagama Husada, acara yang menghadirkan Intrans Publishing Grup ini berlangsung dengan gayeng.

Dalam sambutannya, Rektor UWG Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST, MT menghimbau para dosen untuk menyegerakan menyiapkan naskah bukunya. “Saya yakin para dosen sudah memiliki banyak bahan, baik dari hasil penelitian maupun dari pengalaman mengajar. Tinggal mengkonversi ke dalam bentuk buku,” tegas Agus Tugas.

 

Baca berita selengkapnya di KLIK

Bedah Buku Film Sebagai Proses Kreatif

 

Film dapat menjadi media pembelajaran yang baik bagi penontonnya tidak semata menghibur, ucap Redi Panuju. Film mampu menyampaikan pesan langsung lewat gambar, dialog, dan lakon sehingga menjadi medium yang paling efektif untuk menyebarkan misi, gagasan, dan kampanye, apapun itu, tambah penulis dalam acara bedah buku Film Sebagai Proses Kreatif di Wisma Kalimetro (Kamis, 14 November 2019).

Hadir juga dalam acara Nuruddin sebagai pembanding. Essais ini menjelaskan sebagai proses kreatif, film harus mendapatkan apresiasi dalam medium beragam juga. Beliau juga menjelaskan pentingnya resensi atau kritik film guna mendorong semangat sineas dalam berkarya. Resensi atau kritik mampu memberikan penonton konteks saat ini dari film yang ditonton.

Nurudin menjelaskan apresiasi yang beragam terhadap film dan industrinya pada ujungnya untuk mendorong kemajuan film itu sendiri. Ilmu Komunikasi sudah serius melakukan beragam penelitian tentang film-film di Indonesia. Kehadiran buku dari Redi akan memperkaya kajian terkait sinema indonesia.

Wali Kota Malang Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi dengan Baca Buku

“Karena itu saya mengajak ayo dari Malang kita tingkatkan hal ini untuk Indonesia bahkan terlebih untuk dunia,” tandasnya.

Hal tersebut ditegaskan Sutiaji saat menghadiri ulang tahun ke-16 Intrans Publishing dengan tajuk “Menulis, Mengubah Wajah Peradaban” di Hotel Atria, Kota Malang, Sabtu (7/9/2019).

Wali Kota Malang juga menceritakan pengalamannya menjadi penulis resensi buku pada saat masih menjadi mahasiswa.

Sutiaji berharap peran dari berbagai pihak terutama penerbit buku dan pihak perguruan tinggi dapat efektif meningkatkan minat baca buku kepada masyarakat, sehingga tingkat literasi dan pengetahuan warga juga meningkat.

“Saya dulu waktu kuliah menjadi penulis resensi buku. Hasil dari menulis itu untuk biaya sehari-hari dan membayar kuliah,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Baca berita selengkapnya di timesindonesia.co.id