Tentang Buku dan kita
Ketika membaca karyanya Leonard Read (1898-1983) yang berjudul Aku Pensil, telah memberi saya sebuah ilustrasi akan pentingnya sebuah pensil bagi kehidupan. Kini, pensil telah mengalami perubahan yang luar biasa dari tampilan fisiknya.
Buku, demikianpun juga keberadaannya sangat memengaruhi kebudayaan dan peradaban sebuah masyarakat. Kini, buku bukan saja semata untuk dibaca, namun juga tak jarang fungsinya telah bergeser menjadi pertanda bagi status sosial tertentu. Namun demikian, sejatinya buku merupakan medium pembelajaran bagi manusia untuk mengetahui tentang hal apa saja. Bahkan secara esensial buku telah turut mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Oleh karena itu, sebuah buku yang sudah sampai kepada publik tentu harus bernilai dan dapat dipertanggungjawabkan.
Memandang buku harus dengan pendekatan “humanistik”. Jika buku dimetaforakan dengan kehidupan seorang manusia, maka dapat dijelaskan bahwa pertemuan dengan sampul depan sebuah buku merupakan momen pertamakali pembaca mengetahui atau mengenal buku, dengan membaca judulnya. Ini pertanda dari “adanya” atau lahirnya sebuah buku. Secara sederhana situasi ini sama dengan lahirnya seorang manusia. Saat dilahirkan, kita mengetahui manusia tersebut mula-mula dari namanya.
Demikian pula dengan isi sebuah buku. Isi buku ibaratnya adalah perjalanan kehidupan seorang manusia, yaitu menjelaskan tentang “kehidupannya” yang tertuang dalam isi buku. Dan terakhir, sebuah buku tentu ditutup dengan sampul belakang. Sampul belakang ibaratnya adalah sebuah akhir perjalanan kehidupan manusia. Sampul belakang sebuah buku adalah tanda akhir dari proses membaca buku. Lalu kita para pembaca buku akan memberikan kesan bahwa pesan di dalam buku tersebut begitu bermanfaat bagi kehidupan seorang manusia, ataupun sebuah masyarakat-bangsa. Itulah eksistensi dan perjalanan sebuah buku.
Buku yang diterbitkan oleh kelompok Intrans Publishing Grup yang berada dibawah manajemen PT Cita Intrans Selaras (Citila Grup), tentu tak akan meninggalkan fungsi utama dari sebuah buku yaitu sebagai sarana menyebar pengetahuan dan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara akademik-intelektual maupun kebenarannya sebagai penyebar pengetahuan yang harus tunduk pada nilai-nilai universal dan etika sebuah bangsa. Itulah komitmen Intrans Publishing untuk selalu menyebarkan pengetahuan kepada publik sebagai media membangun peradaban bangsa Indonesia dengan baik.
Tahun 2020, adalah tahun yang membahagiakan bagi Intrans Publishing Grup, karena pada tahun ini usia Intrans Publishing Grup telah memasuki tujuh belas tahun. Sebagai penerbit yang dibangun dari bawah yang awalnya hanya mengandalkan tekad dan semangat dan hanya dikerjakan oleh 1-2 orang, kini telah sedemikian berubahnya. Kini telah mewujud sebagai penerbit yang dikenal dengan baik oleh para pembaca di seluruh Indonesia. Di usia tujuh belas ini, di tengah pandemi covid-19, Intrans Publishing tetap mampu menjaga “stamina” untuk terus berkarya membangun bangsa melalui buku, bahkan melahirkan usaha-usaha baru yaitu dua toko online www.kalimetroshop.com dan www.store.intranspublishing.com.
Selain toko online, Intrans Publishing Group juga mengembangkan usaha di bidang kuliner yaitu Kedai Kopi Kalimetro serta lini usaha penerbit Inteligensia Media, dan saat ini sedang membangun usaha baru melalui divisi distributor untuk menyediakan alat peraga edukatif dan alat tulis kantor. Di tahun ini pula Intrans Publishing meluncurkan lini penerbit baru yaitu Aruna Media yang fokus menerbitkan tema perempuan dan Biru Langit yang menerbitkan buku untuk anak Indonesia. Lini baru ini menggenapi lini-lini sebelumnya.
Terakhir, dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas perhatian dan dukungan dari semua pihak mulai dari para penulis atas kepercayaannya bekerjasama dengan kami, Intrans Publishing Grup. Tak luput pula kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra kerja baik individu maupun jaringan toko buku Gramedia, Togamas, Social Agency Baru, Uranus, Erlangga, dan lainnya di seluruh Indonesia yang telah men-display dan memasarkan buku kami, Intrans Publishing Grup. Tentu kami juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para distributor dan jaringan ekspedisi yang telah mengantarkan buku-buku kami ke seluruh Indonesia.

“Teruslah menulis dan berkarya untuk menyemai kerinduan pada pengetahuan, kebenaran, dan keadilan”

Direktur,
Luthfi J. Kurniawan